Dynamic Blinkie Text Generator at TextSpace.net

Feedburner

I heart FeedBurner

Selasa, 30 Desember 2014

Cara Mengistal Microsoft Office Pada Ubuntu 12.04~berikut adalah cara mengintall MS Office pada Ubuntu 12.04   
untuk teman-teman Dunia Komputer yang pengen memakai sistem opersai berbasis Open source tapi belum mahir menggunakan aplikasi Open source, contohnya Ms office yang biasa di pkai di windows juga bisa  dipakai di Ubuntu atau SO Open Source lainnya.
berikut cara install Ms office 2007 pada ubuntu 12.04;
1. masuk  Teminal (Ctrl+Alt+T)
2. Sebelum kita install Microsoft Officenya, kita install dulu wine. Ketikan perintah berikut
    sudo add-apt-repository ppa:ubuntu-wine/ppa
  (NB:bgi yang belum ada wine..nya)
3. setelah selesai, ketikkan perintah di bawah ini.
    sudo apt-get update
4.kemuadia instal wine..nya
    sudo apt-get install wine
  Tunggu sampai semua proses selesai!
5. Kalau sudah selesai semua, klik 
    -start menu 
    -Applications  
    -Wine 
    - Configure Wine, klik Applications                                           
Tab, lalu pilih Windows XP/win7 dibawah Windows Version lalu Apply.
6. Sekarang kita tinggal  install Microsoft Office 2007 (imasterya harus ada dilaptop atau pc yang akan di install),  
    -klik kanan pada setup.exe 
    -klik Properties
    - klik Permission
    - lalu centang Allow executing file as program
    - kemudian close.
7. Selanjutnya, jalankan setup.exe. 
    Sekarang coba dulu Microsoft Office 2007 yang sudah terinstal tadi. Kalau PowerPoint sama Excelnya tidak  bisa di jalanin,
    sekarang masuk  ;
    -start menu, 
    -Application, 
    -Wine, kemudian Configure Wine, 
   -kemudian pada tab Libraries di New override for library ketik riched20.dll dan klik Add. Sekarang klik file riched20.dll, klik edit, 
     dan Native (Windows), 
   -kemudian klik close.
Cara Mengistal Microsoft Office Pada Ubuntu 12.04~demikianlah  carra menginstall MS Office 2007  pada ubuntu 12.04. nach sekarang tinggal teman-teman mencobah untuk menjalankannya.

selamat mencoba ya teman-teman kalau ada masalah silahkan kirim komentar...
Assalammualaikum Wr.Wb.. selamat siang para blogger, dan para netter semuanya..Apa kabar?tentu sehat-sehat saja bukan?
Baik teman-teman kali ini akan mencoba share tentang seputar basick jaringan
  Berikut ini saya jelaskan secara singkat :
Kenapa kali ini IT Newbie membahas tentang Jaringan Komputer? karena ternyata diantara pembaca blog ini masih belum memahami dari arti jaringan komputer. Jaringan komputer sendiri merupakan sebuah hubungan antara 2 buah atau lebih pada komputer yang saling berhubungan. Sebuah komputer juga bisa disebut jaringan komputer jika komputer tersebut terhubung dengan printer, dan jika komputer anda menggunakan modem dan mengakses internet dengan komputer tersebut komputer anda juga sudah terhubung dengan jaringan, atau dengan kata lain komputer anda terhubung jaringan luas yaitu WAN (Wide Area Network).
Jika komputer sobat hanya terhubung dengan 2 komputer dengan satu printer, maka komputer sobat bisa disebut dengan LAN (Local Area Network).
Pada pembahasan terdahulu IT Newbie pernah membahas tentang  Tips dan Trik Cara Merawat Jaringan Komputer dan Tips Mengatasi Permasalahan pada Jaringan Komputer yang mungkin berguna untuk sobat semua.
Sebenarnya berdasarkan dari topologi jaringan komputer, jaringan komputer dapat dibagi dalam beberapa kategori yaitu :
  • Topologi Bus
  • Topologi Star (Bintang)
  • Topologi Mesh
  • Topologi Tree (Pohon)
  • Topologi Linier
  • Topologi Cincin
 Untuk pengertian dari kategori Topologi akan kita bahas pada lanjutan tutorial berikutnya.

Manfaat Jaringan Komputer
Manfaat dari jaringan komputer yaitu dapat kita rasakan yaitu dengan mempermudahkan kita untuk bisa saling berbagi data, file, printer, harddisk, berkomunikasi dan periperal lainnya.Semuanya dapat kita sharing tanpa adanya hambatan dan dengan adanya jaringan komputer sangat mempersingkat dan mempermudah pekerjaan kita.
Kerugian Jaringan Komputer
Dengan adanya jaringan komputer sebenarnya ada sedikit kerugiannya yaitu masalah keamanan (security), jika ada satu komputer terserang virus maka komputer yang terhubung dengannya juga akan terkena dampaknya. Dan satu hal lagi yaitu jika kita mempunyai file pribadi maka dengan mudahnya komputer yang terhubung dengannya akan lebih mudah membukanya, kecuali sobat telah memberikan permission yang komputer lain tidak bisa membuka, hanya komputer pengguna tersebut yang bisa.
Jenis-jenis Jaringan Komputer
Seperti pada pembahasan diatas jenis-jenis jaringan komputer dibagi menjadi beberapa cakupan areanya yaitu jenis LAN, MAN, dan WAN.
1. Local Area Network (LAN)
Local Area Network
Jaringan Local Area Network (LAN) merupakan jaringan yang cukup populer karena jaringan jenis ini jaringan yang kecil, 2 komputer saja yang saling terhubung bisa disebut dengan LAN. Biasanya jaringan LAN banyak digunakan oleh Warnet, kantor, kampus, sekolah, rumah, gedung dan sebagainya.
2. Metropolitan Area Network (MAN)
Metropolitan Area Network
Jaringan Metropolitan Area Network (MAN) merupakan jaringan dalam satu kota, jaringan MAN ini meliputi transfer data berkecepatan tinggi antar kota, kampus, kantor cabang, gedung dengan gedung dan lain sebagainya. Jaringan MAN ini merupakan gabungan dari jaringan LAN yang hanya satu gedung atau satu lokasi.
3. Wide Area Network (WAN)
Wide Area Network
Jaringan Wide Area Network (WAN) merupakan jaringan yang cukup besar karena jaringan jenis ini menggunakan beberapa router yang terhubung antara satu dengan yang lainnya, dan jika sobat menggunakan modem untuk koneksi internet maka sobat sudah bisa dikatakan sebagai jaringan WAN. Jenis jaringan WAN ini meliputi koneksi antar wilayah kota, provinsi, bahkan dunia.
Bagaimana cukup dimengerti, bukan?
Setidaknya setelah sobat membaca tutorial ini sobat dapat memahami dan mengerti tentang jaringan komputer, jenis-jenis jaringan komputer, manfaat jaringan komputer, kerugian jaringan komputer beserta topologi - topologinya.
Sekian.. Semoga tutorial ini memberikan manfaat dan mengerti-memahami Pengetahuan Dasar Jaringan Komputer (LAN, MAN, WAN).
Semoga bisa buat dimengerti ya teman-teman

BLC TELOM

Rabu, 07 Maret 2012

cara membuat komik

Komik adalah cerita bergambar 2 dimensi yang biasanya digambar dengan tangan atau dengan bantuan aplikasi komputer seperti Corel Draw, Adobe Photoshop, atau aplikasi grafis lainnya. Kalau sekarang sih biasanya komik digambar sketsanya di kertas dulu kemudian di scan, dan diberi warna di Adobe Photoshop atau aplikasi sejenis. Tapi pernah kepikiran gak bikin komik instan cuma dalam waktu 10 menit dan gak butuh sketsa atau aplikasi grafis. Cukup dengan klik, drag, dan ketik teks jadi deh komiknya.

Adalah pixton.com yang membuat aplikasi web 2.0 berbasis Adobe Flash yang memungkinkan kita membuat komik secara instan. Tekniknya cukup menarik dan memudahkan kita dalam membuat komik. Orang yang tidak kenal dunia pembuatan komik juga dengan mudah memahami cara penggunaan aplikasi ini. Berikut adalah cara membuat komik dengan aplikasi pixton.com:

1. Untuk memulai kita diberi pilihan apakah ingin membuat komik dari template atau membuatnya dari awal. Membuat komik dari templete lebih mudah karena kita tinggal mengedit template komik yang telah ada. Kita tinggal memilih template yang mana yang kira-kira mirip dengan cerita kita. Namun bila cerita template tidak ada yang mirip atau kita ingin membuatnya dari awal maka pilih metode advance dimana kita akan membuat komik dari awal.

2. Konsep membuat dari awal sangat sederhana. Kita akan membuat komik scene demi scene. Scene adalah satu gambar yang merupakan bagian dari cerita kita. Untuk memulai terlebih dahulu kita memilih background. Kita dapat memilih beragam background sesuai cerita kita misalnya background di kamar, di taman, di kantor, di ruang tamu, dan background lainnya.

3. Selanjutnya adalah memasukkan karakter atau tokoh. Ada 2 karakter dasar yang tersedia yaitu manusia dan binatang. Untuk manusia kita dapat memilih manusia yang biasanya secara default atau standar berupa laki-laki. Namun bila kita dapat mengubah karakter manusia ini sesuai keinginan. Misalnya untuk mengubahnya menjadi perempuan cukup mengubah model rambut, bentuk badan, dan lain-lain. Kita juga dapat menambahkan asesoris seperti topi, kacamata, sepatu, dan lain-lain.

4. Setelah karakter tersebut masuk kita bisa memilih gaya atau posisi tubuh dari karakter tersebut. Apakah duduk, berdiri, lari, tidur, dan posisi lainnya.

5. Kita juga dapat menambahkan beberapa benda lainnya untuk menambah detail dari komik kita.

6. Yang terakhir adalah memasukkan teks. Teks ada 3 macam yaitu teks yang menandakan karakter kita berbicara, berpikir, dan keterangan singkat komik. Seperti komik biasa bentuknya adalah lingkaran, atau gelembung.

Berikut adalah contoh komik buatan saya di pixton.com


Ini lebih jelas silakan klik pada gambar diatas. Sekarang dengan adanya kemudahan dalam membuat komik, tinggal kreatifitas anda untuk berkarya dan menciptakan karya dan cerita yang unik dan menarik. Anda bisa melihat komik karya pengguna pixton lainnya di web pixton. Selamat mencoba

Sistem Distribusi

copas daari Analisa Sistem Tenaga Listrik

sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power Source) sampai ke konsumen, seperti dijelaskan pada artikel sebelumnya di sini.

Jadi fungsi distribusi tenaga listrik adalah:

1) pembagian atau penyaluran tenaga listrik ke beberapa tempat (pelanggan

2) merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan, karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi.



Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dari 11 kV sampai 24 kV dinaikan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 kV ,154kV, 220kV atau 500kV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi. Tujuan menaikkan tegangan ialah untuk memperkecil kerugian daya listrik pada saluran transmisi, dimana dalam hal ini kerugian daya adalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir (I kwadrat R). Dengan daya yang sama bila nilai tegangannya diperbesar, maka arus yang mengalir semakin kecil sehingga kerugian daya juga akan kecil pula.



Dari saluran transmisi, tegangan diturunkan lagi menjadi 20 kV dengan transformator penurun tegangan pada gardu induk distribusi, kemudian dengan sistem tegangan tersebut penyaluran tenaga listrik dilakukan oleh saluran distribusi primer. Dari saluran distribusi primer inilah gardu-gardu distribusi mengambil tegangan untuk diturunkan tegangannya dengan trafo distribusi menjadi sistem tegangan rendah, yaitu 220/380 Volt. Selanjutnya disalurkan oleh saluran distribusi sekunder ke konsumen-konsumen. Dengan ini jelas bahwa sistem distribusi merupakan bagian yang penting dalam sistem tenaga listrik secara keseluruhan.



Pada sistem penyaluran daya jarak jauh, selalu digunakan tegangan setinggi mungkin, dengan menggunakan trafo-trafo step-up. Nilai tegangan yang sangat tinggi ini (HV,UHV,EHV) menimbulkan beberapa konsekuensi antara lain: berbahaya bagi lingkungan dan mahalnya harga perlengkapan-perlengkapannya, selain menjadi tidak cocok dengan nilai tegangan yang dibutuhkan pada sisi beban. Maka, pada daerah-daerah pusat beban tegangan saluran yang tinggi ini diturunkan kembali dengan menggunakan trafo-trafo step-down. Akibatnya, bila ditinjau nilai tegangannya, maka mulai dari titik sumber hingga di titik beban, terdapat bagian-bagian saluran yang memiliki nilai tegangan berbeda-beda.



Pengelompokan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik



Gambar 1. Konfigurasi Sistem Tenaga Listrik.



Untuk kemudahan dan penyederhanaan, lalu diadakan pembagian serta pembatasan-pembatasan seperti pada Gambar diatas:

Daerah I : Bagian pembangkitan (Generation)

Daerah II : Bagian penyaluran (Transmission) , bertegangan tinggi (HV,UHV,EHV)

Daerah III : Bagian Distribusi Primer, bertegangan menengah (6 atau 20kV).

Daerah IV : (Di dalam bangunan pada beban/konsumen), Instalasi, bertegangan rendah.



Berdasarkan pembatasan-pembatasan tersebut, maka diketahui bahwa porsi materi Sistem Distribusi adalah Daerah III dan IV, yang pada dasarnya dapat dikelasifikasikan menurut beberapa cara, bergantung dari segi apa klasifikasi itu dibuat. Dengan demikian ruang lingkup Jaringan Distribusi adalah:

a. SUTM, terdiri dari : Tiang dan peralatan kelengkapannya, konduktor dan peralatan perlengkapannya, serta peralatan pengaman dan pemutus.

b. SKTM, terdiri dari : Kabel tanah, indoor dan outdoor termination dan lain-lain.

c. Gardu trafo, terdiri dari : Transformator, tiang, pondasi tiang, rangka tempat trafo, LV panel, pipa-pipa pelindung, Arrester, kabel-kabel, transformer band, peralatan grounding,dan lain-lain.

d. SUTR dan SKTR, terdiri dari: sama dengan perlengkapan/material pada SUTM dan SKTM. Yang membedakan hanya dimensinya.



Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik



Secara umum, saluran tenaga Listrik atau saluran distribusi dapat diklasifikasikan sebagai berikut:



1. Menurut nilai tegangannya:

a. Saluran distribusi Primer, Terletak pada sisi primer trafo distribusi, yaitu antara titik Sekunder trafo substation (Gardu Induk) dengan titik primer trafo distribusi. Saluran ini bertegangan menengah 20 kV. Jaringan listrik 70 kV atau 150 kV, jika langsung melayani pelanggan, bisa disebut jaringan distribusi.

b. Saluran Distribusi Sekunder, Terletak pada sisi sekunder trafo distribusi, yaitu antara titik sekunder dengan titik cabang menuju beban (Lihat Gambar 2-2)



2. Menurut bentuk tegangannya:

a. Saluran Distribusi DC (Direct Current) menggunakan sistem tegangan searah.

b. Saluran Distribusi AC (Alternating Current) menggunakan sistem tegangan bolak-balik.



3. Menurut jenis/tipe konduktornya:

a. Saluran udara, dipasang pada udara terbuka dengan bantuan penyangga (tiang) dan perlengkapannya, dan dibedakan atas:

- Saluran kawat udara, bila konduktornya telanjang, tanpa isolasi pembungkus.

- Saluran kabel udara, bila konduktornya terbungkus isolasi.

b. Saluran Bawah Tanah, dipasang di dalam tanah, dengan menggunakan kabel tanah (ground cable).

c. Saluran Bawah Laut, dipasang di dasar laut dengan menggunakan kabel laut (submarine cable)



4. Menurut susunan (konfigurasi) salurannya:

a. Saluran Konfigurasi horizontal, bila saluran fasa terhadap fasa yang lain/terhadap netral, atau saluran positip terhadap negatip (pada sistem DC) membentuk garis horisontal.



b. Saluran Konfigurasi Vertikal, bila saluran-saluran tersebut membentuk garis vertikal .



c. Saluran konfigurasi Delta, bila kedudukan saluran satu sama lain membentuk suatu segitiga (delta).



5. Menurut Susunan Rangkaiannya

Dari uraian diatas telah disinggung bahwa sistem distribusi di bedakan menjadi dua yaitu sistem distribusi primer dan sistem distribusi sekunder.

a. Jaringan Sistem Distribusi Primer,

Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk distribusi ke pusat-pusat beban. Sistem ini dapat menggunakan saluran udara, kabel udara, maupun kabel tanah sesuai dengan tingkat keandalan yang diinginkan dan kondisi serta situasi lingkungan. Saluran distribusi ini direntangkan sepanjang daerah yang akan di suplai tenaga listrik sampai ke pusat beban.



Terdapat bermacam-macam bentuk rangkaian jaringan distribusi primer, yaitu:

- Jaringan Distribusi Radial, dengan model: Radial tipe pohon, Radial dengan tie dan switch pemisah, Radial dengan pusat beban dan Radial dengan pembagian phase area.

- Jaringan distribusi ring (loop), dengan model: Bentuk open loop dan bentuk Close loop.

- Jaringan distribusi Jaring-jaring (NET)

- Jaringan distribusi spindle

- Saluran Radial Interkoneksi



b. Jaringan Sistem Distribusi Sekunder,

Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Pada sistem distribusi sekunder bentuk saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial. Sistem ini dapat menggunakan kabel yang berisolasi maupun konduktor tanpa isolasi. Sistem ini biasanya disebut sistem tegangan rendah yang langsung akan dihubungkan kepada konsumen/pemakai tenaga listrik dengan melalui peralatan-peralatan sbb:

- Papan pembagi pada trafo distribusi,

- Hantaran tegangan rendah (saluran distribusi sekunder).

- Saluran Layanan Pelanggan (SLP) (ke konsumen/pemakai)

- Alat Pembatas dan pengukur daya (kWh meter) serta fuse atau pengaman pada pelanggan.



gambar 2. Komponen Sistem Distribusi



Tegangan Sistem Distribusi Sekunder



Ada bermacam-macam sistem tegangan distribusi sekunder menurut standar; (1) EEI : Edison Electric Institut, (2) NEMA (National Electrical Manufactures Association). Pada dasarnya tidak berbeda dengan sistem distribusi DC, faktor utama yang perlu diperhatikan adalah besar tegangan yang diterima pada titik beban mendekati nilai nominal, sehingga peralatan/beban dapat dioperasikan secara optimal. Ditinjau dari cara pengawatannya, saluran distribusi AC dibedakan atas beberapa macam tipe dan cara pengawatan, ini bergantung pula pada jumlah fasanya, yaitu:

1. Sistem satu fasa dua kawat 120 Volt

2. Sistem satu fasa tiga kawat 120/240 Volt

3. Sistem tiga fasa empat kawat 120/208 Volt

4. Sistem tiga fasa empat kawat 120/240 Volt

5. Sistem tiga fasa tiga kawat 240 Volt

6. Sistem tiga fasa tiga kawat 480 Volt

7. Sistem tiga fasa empat kawat 240/416 Volt

8. Sistem tiga fasa empat kawat 265/460 Volt

9. Sistem tiga fasa empat kawat 220/380 Volt



Di Indonesia dalam hal ini PT. PLN menggunakan sistem tegangan 220/380 Volt. Sedang pemakai listrik yang tidak menggunakan tenaga listrik dari PT. PLN, menggunakan salah satu sistem diatas sesuai dengan standar yang ada. Pemakai listrik yang dimaksud umumnya mereka bergantung kepada negara pemberi pinjaman atau dalam rangka kerja sama, dimana semua peralatan listrik mulai dari pembangkit (generator set) hingga peralatan kerja (motor-motor listrik) di suplai dari negara pemberi pinjaman/kerja sama tersebut. Sebagai anggota, IEC (International Electrotechnical Comission), Indonesia telah mulai menyesuaikan sistem tegangan menjadi 220/380 Volt saja, karena IEC sejak tahun 1967 sudah tidak mencantumkan lagi tegangan 127 Volt. (IEC Standard Voltage pada Publikasi nomor 38 tahun 1967 halaman 7 seri 1 tabel 1).



Diagram rangkaian sisi sekunder trafo distribusi terdiri dari:

1. Sistem distribusi satu fasa dengan dua kawat, Tipe ini merupakan bentuk dasar yang paling sederhana, biasanya digunakan untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan dan pedesaan.

2. Sistem distribusi satu fasa dengan tiga kawat, Pada tipe ini, prinsipnya sama dengan sistem distribusi DC dengan tiga kawat, yang dalam hal ini terdapat dua alternatif besar tegangan. Sebagai saluran “netral” disini dihubungkan pada tengah belitan (center-tap) sisi sekunder trafo, dan diketanahkan, untuk tujuan pengamanan personil. Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan dan pedesaan.

3. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/240 Volt, Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas sedang dengan jarak pendek, yaitu daerah perumahan pedesaan dan perdagangan ringan, dimana terdapat dengan beban 3 fasa.

4. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/208 Volt.

5. Sistem distribusi tiga fasa dengan tiga kawat, Tipe ini banyak dikembangkan secara ekstensif. Dalam hal ini rangkaian tiga fasa sisi sekunder trafo dapat diperoleh dalam bentuk rangkaian delta (segitiga) ataupun rangkaian wye (star/bintang). Diperoleh dua alternatif besar tegangan, yang dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan adanya pembagian seimbang antara ketiga fasanya. Untuk rangkaian delta tegangannya bervariasi yaitu 240 Volt, dan 480 Volt. Tipe ini dipakai untuk melayani beban-beban industri atau perdagangan.

6. Sistem distribusi tiga fasa dengan empat kawat, Pada tipe ini, sisi sekunder (output) trafo distribusi terhubung star,dimana saluran netral diambil dari titik bintangnya. Seperti halnya padasistem tiga fasa yang lain, di sini perlu diperhatikan keseimbangan beban antara ketiga fasanya, dan disini terdapat dua alternatif besar tegangan.

Sabtu, 04 Februari 2012

termoplastik

Bahan Plastik Termoplastik
Saturday, June 25, 2011 Fazri



BAHAN TERMOPLASTIK
Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang
Ciri-ciri Termoplastik
Dapat didaur ulang, Reaksi pengerasan lambat, Dipasarkan dalam bentuk butiran dan dicampur dalam keadaan padat.
Bahan termoplastik adalah sebagai berikut:
a. Selulosa
Selulosa adalah bahan termoplastok produk pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Bahan ini sangat kuat atau ulet dan dapat diberi bermacam-macam jenis warna. Asetat-butirat selulosa merupakan jenis bahan yang kuat dan dapat dibentuk menjadi lembaran atau dicetak secara injeksi, tekan atau ekstrusi, berbagai kemasan, mainan anak anak, knop, selubung baterai, bulu kuas, panel radio, tape dan strip dibuat dari bahan ini. Asetat-butirat selulosa, mirip dengan asetat selulosa. Keduanya dihasilkan dalam berbagai warna dengn proses yang sama. Umumnya asetat butirat selulosa mempunyai daya serap kelembaban yang rendah, keuletan, stabilitas dimensi yang baik dalam berbagai keadaan lingkungan dan dapat diekstrusi secara kontinu. Produk butirat mencakup kemudi, helm olahraga, rangka kacamata, baki, sabuk, hiasan, perabotan rumah tangga, lembaran isolasi, tape suara, kancing, dan pipa ekstrusi untuk gas dan air. Di antara devirat selulosa, etil selulosa mempunyai berat jenis terendah. Selain sebagai bahan pelapis, selulosa dimanfaatkan untuk berbagai benda cetak karena stabilitas dan daya tahan terhadap alkali yang baik.


b. Polisteren
Polisteren adalah bahan termoplastik yang khusus diciptakan untuk injeksi dan ekstrusi. Ciri-ciri khasnya ialah berat jenis yang rendah (1,07), daya tahan terhadapair dan zat kimia, stabilitas dimensi dan kemampuan isolasi. Polisteren merupakan bahan pengganti karet yang baik untuk isolasi listrik. Resin stiren dapat dicetak menjadi kotak baterai, piring, bagian dari radio, roda gigi, pola untuk pengecoran, kotak es, kemasan, gelas dan ubin tembok. Bahan ini dapat dicetak injeksi, diekstrusi atau dibentuk dalam cetakan.


c. Polietilen
Produk politelien memiliki fleksibilitas pada suhu ruang dan suhu rendah, kedap air, tahan zat kimia, dapat disambung dengan dipanaskan atau dipatri dan dapat berwarna warni. Polietilen yang mempunyai berat jenis antara 0,91 sampai dengan 0,96 terapung diatas air. Harganya murah karena kedap air baik sekali untuk bahan pengemasan dan botol tekan. Produk dari polietilen mencakup, cetakan es, baki, pencuci film, kain, lembaran pembungkus, botol susu bayi, selang air, kabel koaksial dan bahan isolasi untuk frekuensi tinggi. Produk polietilen dibuat dengan cara cetak injeksi, cetak tiup atau ekstrusi lembaran, film dan filamen tunggal.


d. Polipropilen
Polipropilen dapat dibentuk dengan berbagai teknik termoplastik. Bahan ini memiliki sifat sifat listrik yang baik, nilai impak dan kekuatan yang tinggi, dan sangat tahan terhadap suhu dan bahan bahan kimia. Filamen tunggal polipropilen dianyam menjadi tali tambang, jala, dan tekstil. Contoh produk lain ialah alat peralatan untuk rumah sakit dan laboratorium, mainan anak anak, koper, perabot, lembaran untuk pengemasan makanan, kotak televisi dan isolasi listrik.


e. Polisulfona
Polisulfona merupakan kelompok termoplastik yang mempunyai sifat fisis dan daya tahan panas yang baik. Produk dapat dibuat dengan cara cetak injeksi. Pembentukan termal dan cetak tiup. Benda cetak antara lain, rangka perkakas tangan, alat kontak listrik dan berbagai alat peralatan lainnya yang harus taham suhu tinggi. Polisulfona dapat diekstrusi menjadi barang berdiameter 250mm. Bahan dapat diperoleh dalam berbagai warna atau tembus cahaya.


f. Plastik ABS
Plastik ABS merupakan campuran akrilonitril, butadien dan stirena, bahan ini sangat keras, fleksibel, dan ulet. Plastik ABS umumnya digunakan bila diperlukan daya tahan banting, kekerasan, mampu pewarnaa, sifat listrik, daya tahan kelembaban dan daya tahan panas sampai 105 derajat C. Plastik ini dibentuk secara pembentukan termal, cetak tiup, cetak rotasi dan ekstrusi. Bahan ini digunakan sebagai pipa saluran pada perumahan, kamera, rangka alat alat listrik tangan dan tilpon.


g. Poli-imida
Termoplastik jenis poli-imida dipasarkan dalam bentuk padat. Atau primer SP, film atau kapton atau larutan. Plastik ini sangat tahan terhadap panas hingga 400 derajat C, mempunyai koefisien gesekan yang rendah, daya tahan terhadap radiasi yang tinggi dan sifat listrik yang baik. Produk meliput, bantalan luncur, dudukan klep, pipa, dan berbagai komponen listrik. Film yang kuat, digunakan sebagai isolasi kawat, isolasi motor dan pelapis sirkuit cetak. Larutan dipakai untuk pencampur pernis, enamel kawat dan kain gelas berlapis.


h. Nilon
Nilon atau poliamida digunakan sebagai serat tekstil, atau filamen, selain itu dicetak atau diekstrusi. Produk lainnya adalah, bantalan, roda gigi, klep, pipa, alat-alat dapur dan koper atau tas. Filamen tunggal nilon dipakai untuk membuat kaus kaki, payung udara, tali pesawat terbang layang dan bulu sikat.


i. Resin vinil
Resin vinil yang beredar di pasaran mencakup jenis polivinil butirat dan poliviniliden klorida. Ketiganya merupakan bahan termoplastik yang dibentuk menjadi berbagai jenis produk melalui proses cetak tekan atau cetak injeksi, ekstrusi atau cetak tiup. Resin vinil sangat baik untuk pelapis permukaan dan untuk lembaran yang tegar maupun yang fleksibel. Polivinil butirat adalah resin yang jernih dan terlihat, biasanya digunakan sebagai baha pelapis antara pada gelas keamanan, jas hujan, tangki dan produk cetak yang fleksibel. Bahan ini tahan kelembaban, mudah melekat dan stabil terhadap cahaya dan panas. Polivinil klorida mempunyai daya tahan yang baik terhadap berbagai pelerut dan tidak mudah terbakar. Resin vinil digunakan sebagai pengganti karet , jas hujan, kemasan dan botol cetak tiup. Poliviniden klorida digunakan untuk film saran (a.1 untuk pengemasan makanan) dan pipa. Busa vinil digunakan sebagai pelampung, jok dan pelapis pelindung.
j. Karet Sintesis
Usaha pembuatan karet sintesis telah berlangsung cukup lama, khususnya dinegara industri yang tidak memiliki sumber karet alamiah. karet sintesis yang telah dikenal adalah GR-S, nitril, Thiokol (neopren, butil, dan karet silikon) GR-S merupakan karet sintesis yang paling banyak diproduksi, karena sangat cocok untuk ban kendaraan dan merupakan suatu kopolimer dari butadiena dan stirena yang dapat diolah sehingga mencapai kekerasan yang diinginkan. Kekuatan GR-S dapat ditingkatkan dengan menambahkan karbon black dan untuk ban khususnya, dicampur dengan karet alam. Kopolimer butadien-akrilonitril biasanya disebut dengan buna N atau karet nitril, terutama digunakan karena tahan terhadap minyak dan dipakai untuk pipa minyak, gasket dan diafragma. Dapat juga dicampur dengan phenol dan plastik vinil. Thiokol; Polisulfida organik, tahan sekali terhadap bensin, mnyak dan cat, sinar matahari, oleh karena itu digunakan untuk membuang selang, hak dan sol sepatu, melapisi tekstil dan lapisan isolasi. Benda benda dapat dicetak dalam mesin plastik. Polimer kloropren atau neopren dibuat dari batu bara, batu kapur, air dan garam. Kalsium karbida. Yang dibuat dari batubara, batu kapur, bila dicampurkan dengan air akan membentuk kloropren, yang berubah menjadi neopren setelah polimerisasi. Neopren tahan terhadap minyak, panas dan sinar matahari dan digunakan untuk membuat ban berjalan, sol sepatu, pakaian pelindung, isolasi, rol cetakan, ban, pipa dan sebagai bahan pengikat batu gerinda. Neopren merupakan jenis karet sintesis yang banyak digunakan dan dapat menggantikan karet alam. Untuk hal hal tertentu butil, suatu koplimer isobutilen memiliki sifat dan karakteristik yang mirip karet alam. Karena kekuatannya, daya tahan aus dan permeabilitas gas yang rendah, butil terutama digunakan untuk membuat ban dalam. Penggunaan lainnya meliputi pipa uap, ban berjalan untuk bahan yang dipanaskan dan pelapis tangki. Karet silikon atau disebut dengan polisiloksan. Tahan sekali terhadap suhu rendah maupun suhu tinggi, minyak pelumas, asam cair dan cahaya matahari. Selain itu digunakan pula untuk cincin, perapat untuk saluran minyak dan gas, perapat pintu pesawat terbang, isolasi kawat dan kabel yang harus memenuhi persyaratan yang tinggi. Karet sintesis komersial lainnya seperti polibutadiena dapat pula digunakan untuk ban kendaraan, poliakrilat untuk pipa mintyak dan gasket kendaraan bermotor. Elastomer uretan dipakai untuk bantal peredam getaran, bantal landasan pada mesin pres, r

termoplastik

Bahan Plastik Termoplastik
Saturday, June 25, 2011 Fazri



BAHAN TERMOPLASTIK
Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang
Ciri-ciri Termoplastik
Dapat didaur ulang, Reaksi pengerasan lambat, Dipasarkan dalam bentuk butiran dan dicampur dalam keadaan padat.
Bahan termoplastik adalah sebagai berikut:
a. Selulosa
Selulosa adalah bahan termoplastok produk pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Bahan ini sangat kuat atau ulet dan dapat diberi bermacam-macam jenis warna. Asetat-butirat selulosa merupakan jenis bahan yang kuat dan dapat dibentuk menjadi lembaran atau dicetak secara injeksi, tekan atau ekstrusi, berbagai kemasan, mainan anak anak, knop, selubung baterai, bulu kuas, panel radio, tape dan strip dibuat dari bahan ini. Asetat-butirat selulosa, mirip dengan asetat selulosa. Keduanya dihasilkan dalam berbagai warna dengn proses yang sama. Umumnya asetat butirat selulosa mempunyai daya serap kelembaban yang rendah, keuletan, stabilitas dimensi yang baik dalam berbagai keadaan lingkungan dan dapat diekstrusi secara kontinu. Produk butirat mencakup kemudi, helm olahraga, rangka kacamata, baki, sabuk, hiasan, perabotan rumah tangga, lembaran isolasi, tape suara, kancing, dan pipa ekstrusi untuk gas dan air. Di antara devirat selulosa, etil selulosa mempunyai berat jenis terendah. Selain sebagai bahan pelapis, selulosa dimanfaatkan untuk berbagai benda cetak karena stabilitas dan daya tahan terhadap alkali yang baik.


b. Polisteren
Polisteren adalah bahan termoplastik yang khusus diciptakan untuk injeksi dan ekstrusi. Ciri-ciri khasnya ialah berat jenis yang rendah (1,07), daya tahan terhadapair dan zat kimia, stabilitas dimensi dan kemampuan isolasi. Polisteren merupakan bahan pengganti karet yang baik untuk isolasi listrik. Resin stiren dapat dicetak menjadi kotak baterai, piring, bagian dari radio, roda gigi, pola untuk pengecoran, kotak es, kemasan, gelas dan ubin tembok. Bahan ini dapat dicetak injeksi, diekstrusi atau dibentuk dalam cetakan.


c. Polietilen
Produk politelien memiliki fleksibilitas pada suhu ruang dan suhu rendah, kedap air, tahan zat kimia, dapat disambung dengan dipanaskan atau dipatri dan dapat berwarna warni. Polietilen yang mempunyai berat jenis antara 0,91 sampai dengan 0,96 terapung diatas air. Harganya murah karena kedap air baik sekali untuk bahan pengemasan dan botol tekan. Produk dari polietilen mencakup, cetakan es, baki, pencuci film, kain, lembaran pembungkus, botol susu bayi, selang air, kabel koaksial dan bahan isolasi untuk frekuensi tinggi. Produk polietilen dibuat dengan cara cetak injeksi, cetak tiup atau ekstrusi lembaran, film dan filamen tunggal.


d. Polipropilen
Polipropilen dapat dibentuk dengan berbagai teknik termoplastik. Bahan ini memiliki sifat sifat listrik yang baik, nilai impak dan kekuatan yang tinggi, dan sangat tahan terhadap suhu dan bahan bahan kimia. Filamen tunggal polipropilen dianyam menjadi tali tambang, jala, dan tekstil. Contoh produk lain ialah alat peralatan untuk rumah sakit dan laboratorium, mainan anak anak, koper, perabot, lembaran untuk pengemasan makanan, kotak televisi dan isolasi listrik.


e. Polisulfona
Polisulfona merupakan kelompok termoplastik yang mempunyai sifat fisis dan daya tahan panas yang baik. Produk dapat dibuat dengan cara cetak injeksi. Pembentukan termal dan cetak tiup. Benda cetak antara lain, rangka perkakas tangan, alat kontak listrik dan berbagai alat peralatan lainnya yang harus taham suhu tinggi. Polisulfona dapat diekstrusi menjadi barang berdiameter 250mm. Bahan dapat diperoleh dalam berbagai warna atau tembus cahaya.


f. Plastik ABS
Plastik ABS merupakan campuran akrilonitril, butadien dan stirena, bahan ini sangat keras, fleksibel, dan ulet. Plastik ABS umumnya digunakan bila diperlukan daya tahan banting, kekerasan, mampu pewarnaa, sifat listrik, daya tahan kelembaban dan daya tahan panas sampai 105 derajat C. Plastik ini dibentuk secara pembentukan termal, cetak tiup, cetak rotasi dan ekstrusi. Bahan ini digunakan sebagai pipa saluran pada perumahan, kamera, rangka alat alat listrik tangan dan tilpon.


g. Poli-imida
Termoplastik jenis poli-imida dipasarkan dalam bentuk padat. Atau primer SP, film atau kapton atau larutan. Plastik ini sangat tahan terhadap panas hingga 400 derajat C, mempunyai koefisien gesekan yang rendah, daya tahan terhadap radiasi yang tinggi dan sifat listrik yang baik. Produk meliput, bantalan luncur, dudukan klep, pipa, dan berbagai komponen listrik. Film yang kuat, digunakan sebagai isolasi kawat, isolasi motor dan pelapis sirkuit cetak. Larutan dipakai untuk pencampur pernis, enamel kawat dan kain gelas berlapis.


h. Nilon
Nilon atau poliamida digunakan sebagai serat tekstil, atau filamen, selain itu dicetak atau diekstrusi. Produk lainnya adalah, bantalan, roda gigi, klep, pipa, alat-alat dapur dan koper atau tas. Filamen tunggal nilon dipakai untuk membuat kaus kaki, payung udara, tali pesawat terbang layang dan bulu sikat.


i. Resin vinil
Resin vinil yang beredar di pasaran mencakup jenis polivinil butirat dan poliviniliden klorida. Ketiganya merupakan bahan termoplastik yang dibentuk menjadi berbagai jenis produk melalui proses cetak tekan atau cetak injeksi, ekstrusi atau cetak tiup. Resin vinil sangat baik untuk pelapis permukaan dan untuk lembaran yang tegar maupun yang fleksibel. Polivinil butirat adalah resin yang jernih dan terlihat, biasanya digunakan sebagai baha pelapis antara pada gelas keamanan, jas hujan, tangki dan produk cetak yang fleksibel. Bahan ini tahan kelembaban, mudah melekat dan stabil terhadap cahaya dan panas. Polivinil klorida mempunyai daya tahan yang baik terhadap berbagai pelerut dan tidak mudah terbakar. Resin vinil digunakan sebagai pengganti karet , jas hujan, kemasan dan botol cetak tiup. Poliviniden klorida digunakan untuk film saran (a.1 untuk pengemasan makanan) dan pipa. Busa vinil digunakan sebagai pelampung, jok dan pelapis pelindung.
j. Karet Sintesis
Usaha pembuatan karet sintesis telah berlangsung cukup lama, khususnya dinegara industri yang tidak memiliki sumber karet alamiah. karet sintesis yang telah dikenal adalah GR-S, nitril, Thiokol (neopren, butil, dan karet silikon) GR-S merupakan karet sintesis yang paling banyak diproduksi, karena sangat cocok untuk ban kendaraan dan merupakan suatu kopolimer dari butadiena dan stirena yang dapat diolah sehingga mencapai kekerasan yang diinginkan. Kekuatan GR-S dapat ditingkatkan dengan menambahkan karbon black dan untuk ban khususnya, dicampur dengan karet alam. Kopolimer butadien-akrilonitril biasanya disebut dengan buna N atau karet nitril, terutama digunakan karena tahan terhadap minyak dan dipakai untuk pipa minyak, gasket dan diafragma. Dapat juga dicampur dengan phenol dan plastik vinil. Thiokol; Polisulfida organik, tahan sekali terhadap bensin, mnyak dan cat, sinar matahari, oleh karena itu digunakan untuk membuang selang, hak dan sol sepatu, melapisi tekstil dan lapisan isolasi. Benda benda dapat dicetak dalam mesin plastik. Polimer kloropren atau neopren dibuat dari batu bara, batu kapur, air dan garam. Kalsium karbida. Yang dibuat dari batubara, batu kapur, bila dicampurkan dengan air akan membentuk kloropren, yang berubah menjadi neopren setelah polimerisasi. Neopren tahan terhadap minyak, panas dan sinar matahari dan digunakan untuk membuat ban berjalan, sol sepatu, pakaian pelindung, isolasi, rol cetakan, ban, pipa dan sebagai bahan pengikat batu gerinda. Neopren merupakan jenis karet sintesis yang banyak digunakan dan dapat menggantikan karet alam. Untuk hal hal tertentu butil, suatu koplimer isobutilen memiliki sifat dan karakteristik yang mirip karet alam. Karena kekuatannya, daya tahan aus dan permeabilitas gas yang rendah, butil terutama digunakan untuk membuat ban dalam. Penggunaan lainnya meliputi pipa uap, ban berjalan untuk bahan yang dipanaskan dan pelapis tangki. Karet silikon atau disebut dengan polisiloksan. Tahan sekali terhadap suhu rendah maupun suhu tinggi, minyak pelumas, asam cair dan cahaya matahari. Selain itu digunakan pula untuk cincin, perapat untuk saluran minyak dan gas, perapat pintu pesawat terbang, isolasi kawat dan kabel yang harus memenuhi persyaratan yang tinggi. Karet sintesis komersial lainnya seperti polibutadiena dapat pula digunakan untuk ban kendaraan, poliakrilat untuk pipa mintyak dan gasket kendaraan bermotor. Elastomer uretan dipakai untuk bantal peredam getaran, bantal landasan pada mesin pres, r

kabel

Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor.

Isolator di sini adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat dari bahan thermoplastik atau thermosetting, sedangkan konduktornya terbuat dari bahan tembaga ataupun aluminium.

Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya, sebab parameter hantaran listrik ditentukan dalam satuan Ampere. Kemampuan hantar arus ditentukan oleh luas penampang konduktor yang berada dalam kabel listrik, adapun ketentuan mengenai KHA kabel listrik diatur dalam spesifikasi SPLN.

Sedangkan tegangan listrik dinyatakan dalam Volt, besar daya yang diterima dinyatakan dalam satuan Watt, yang merupakan perkalian dari Ampere x Volt = Watt. Pada tegangan 220 Volt dan KHA 10 Ampere, sebuah kabel listrik dapat menyalurkan daya sebesar 220V x 10A = 2200 Watt.

Kabel listrik berdasarkan tegangannya terdiri beberapa kategori, antara lain : 1. Kabel listrik Tegangan Rendah 2. Kabel listrik Tegangan Menengah 3. Kabel listrik Tegangan Tinggi