Bahan Plastik Termoplastik
Saturday, June 25, 2011 Fazri
BAHAN TERMOPLASTIK
Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang
Ciri-ciri Termoplastik
Dapat didaur ulang, Reaksi pengerasan lambat, Dipasarkan dalam bentuk butiran dan dicampur dalam keadaan padat.
Bahan termoplastik adalah sebagai berikut:
a. Selulosa
Selulosa adalah bahan termoplastok produk pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Bahan ini sangat kuat atau ulet dan dapat diberi bermacam-macam jenis warna. Asetat-butirat selulosa merupakan jenis bahan yang kuat dan dapat dibentuk menjadi lembaran atau dicetak secara injeksi, tekan atau ekstrusi, berbagai kemasan, mainan anak anak, knop, selubung baterai, bulu kuas, panel radio, tape dan strip dibuat dari bahan ini. Asetat-butirat selulosa, mirip dengan asetat selulosa. Keduanya dihasilkan dalam berbagai warna dengn proses yang sama. Umumnya asetat butirat selulosa mempunyai daya serap kelembaban yang rendah, keuletan, stabilitas dimensi yang baik dalam berbagai keadaan lingkungan dan dapat diekstrusi secara kontinu. Produk butirat mencakup kemudi, helm olahraga, rangka kacamata, baki, sabuk, hiasan, perabotan rumah tangga, lembaran isolasi, tape suara, kancing, dan pipa ekstrusi untuk gas dan air. Di antara devirat selulosa, etil selulosa mempunyai berat jenis terendah. Selain sebagai bahan pelapis, selulosa dimanfaatkan untuk berbagai benda cetak karena stabilitas dan daya tahan terhadap alkali yang baik.
b. Polisteren
Polisteren adalah bahan termoplastik yang khusus diciptakan untuk injeksi dan ekstrusi. Ciri-ciri khasnya ialah berat jenis yang rendah (1,07), daya tahan terhadapair dan zat kimia, stabilitas dimensi dan kemampuan isolasi. Polisteren merupakan bahan pengganti karet yang baik untuk isolasi listrik. Resin stiren dapat dicetak menjadi kotak baterai, piring, bagian dari radio, roda gigi, pola untuk pengecoran, kotak es, kemasan, gelas dan ubin tembok. Bahan ini dapat dicetak injeksi, diekstrusi atau dibentuk dalam cetakan.
c. Polietilen
Produk politelien memiliki fleksibilitas pada suhu ruang dan suhu rendah, kedap air, tahan zat kimia, dapat disambung dengan dipanaskan atau dipatri dan dapat berwarna warni. Polietilen yang mempunyai berat jenis antara 0,91 sampai dengan 0,96 terapung diatas air. Harganya murah karena kedap air baik sekali untuk bahan pengemasan dan botol tekan. Produk dari polietilen mencakup, cetakan es, baki, pencuci film, kain, lembaran pembungkus, botol susu bayi, selang air, kabel koaksial dan bahan isolasi untuk frekuensi tinggi. Produk polietilen dibuat dengan cara cetak injeksi, cetak tiup atau ekstrusi lembaran, film dan filamen tunggal.
d. Polipropilen
Polipropilen dapat dibentuk dengan berbagai teknik termoplastik. Bahan ini memiliki sifat sifat listrik yang baik, nilai impak dan kekuatan yang tinggi, dan sangat tahan terhadap suhu dan bahan bahan kimia. Filamen tunggal polipropilen dianyam menjadi tali tambang, jala, dan tekstil. Contoh produk lain ialah alat peralatan untuk rumah sakit dan laboratorium, mainan anak anak, koper, perabot, lembaran untuk pengemasan makanan, kotak televisi dan isolasi listrik.
e. Polisulfona
Polisulfona merupakan kelompok termoplastik yang mempunyai sifat fisis dan daya tahan panas yang baik. Produk dapat dibuat dengan cara cetak injeksi. Pembentukan termal dan cetak tiup. Benda cetak antara lain, rangka perkakas tangan, alat kontak listrik dan berbagai alat peralatan lainnya yang harus taham suhu tinggi. Polisulfona dapat diekstrusi menjadi barang berdiameter 250mm. Bahan dapat diperoleh dalam berbagai warna atau tembus cahaya.
f. Plastik ABS
Plastik ABS merupakan campuran akrilonitril, butadien dan stirena, bahan ini sangat keras, fleksibel, dan ulet. Plastik ABS umumnya digunakan bila diperlukan daya tahan banting, kekerasan, mampu pewarnaa, sifat listrik, daya tahan kelembaban dan daya tahan panas sampai 105 derajat C. Plastik ini dibentuk secara pembentukan termal, cetak tiup, cetak rotasi dan ekstrusi. Bahan ini digunakan sebagai pipa saluran pada perumahan, kamera, rangka alat alat listrik tangan dan tilpon.
g. Poli-imida
Termoplastik jenis poli-imida dipasarkan dalam bentuk padat. Atau primer SP, film atau kapton atau larutan. Plastik ini sangat tahan terhadap panas hingga 400 derajat C, mempunyai koefisien gesekan yang rendah, daya tahan terhadap radiasi yang tinggi dan sifat listrik yang baik. Produk meliput, bantalan luncur, dudukan klep, pipa, dan berbagai komponen listrik. Film yang kuat, digunakan sebagai isolasi kawat, isolasi motor dan pelapis sirkuit cetak. Larutan dipakai untuk pencampur pernis, enamel kawat dan kain gelas berlapis.
h. Nilon
Nilon atau poliamida digunakan sebagai serat tekstil, atau filamen, selain itu dicetak atau diekstrusi. Produk lainnya adalah, bantalan, roda gigi, klep, pipa, alat-alat dapur dan koper atau tas. Filamen tunggal nilon dipakai untuk membuat kaus kaki, payung udara, tali pesawat terbang layang dan bulu sikat.
i. Resin vinil
Resin vinil yang beredar di pasaran mencakup jenis polivinil butirat dan poliviniliden klorida. Ketiganya merupakan bahan termoplastik yang dibentuk menjadi berbagai jenis produk melalui proses cetak tekan atau cetak injeksi, ekstrusi atau cetak tiup. Resin vinil sangat baik untuk pelapis permukaan dan untuk lembaran yang tegar maupun yang fleksibel. Polivinil butirat adalah resin yang jernih dan terlihat, biasanya digunakan sebagai baha pelapis antara pada gelas keamanan, jas hujan, tangki dan produk cetak yang fleksibel. Bahan ini tahan kelembaban, mudah melekat dan stabil terhadap cahaya dan panas. Polivinil klorida mempunyai daya tahan yang baik terhadap berbagai pelerut dan tidak mudah terbakar. Resin vinil digunakan sebagai pengganti karet , jas hujan, kemasan dan botol cetak tiup. Poliviniden klorida digunakan untuk film saran (a.1 untuk pengemasan makanan) dan pipa. Busa vinil digunakan sebagai pelampung, jok dan pelapis pelindung.
j. Karet Sintesis
Usaha pembuatan karet sintesis telah berlangsung cukup lama, khususnya dinegara industri yang tidak memiliki sumber karet alamiah. karet sintesis yang telah dikenal adalah GR-S, nitril, Thiokol (neopren, butil, dan karet silikon) GR-S merupakan karet sintesis yang paling banyak diproduksi, karena sangat cocok untuk ban kendaraan dan merupakan suatu kopolimer dari butadiena dan stirena yang dapat diolah sehingga mencapai kekerasan yang diinginkan. Kekuatan GR-S dapat ditingkatkan dengan menambahkan karbon black dan untuk ban khususnya, dicampur dengan karet alam. Kopolimer butadien-akrilonitril biasanya disebut dengan buna N atau karet nitril, terutama digunakan karena tahan terhadap minyak dan dipakai untuk pipa minyak, gasket dan diafragma. Dapat juga dicampur dengan phenol dan plastik vinil. Thiokol; Polisulfida organik, tahan sekali terhadap bensin, mnyak dan cat, sinar matahari, oleh karena itu digunakan untuk membuang selang, hak dan sol sepatu, melapisi tekstil dan lapisan isolasi. Benda benda dapat dicetak dalam mesin plastik. Polimer kloropren atau neopren dibuat dari batu bara, batu kapur, air dan garam. Kalsium karbida. Yang dibuat dari batubara, batu kapur, bila dicampurkan dengan air akan membentuk kloropren, yang berubah menjadi neopren setelah polimerisasi. Neopren tahan terhadap minyak, panas dan sinar matahari dan digunakan untuk membuat ban berjalan, sol sepatu, pakaian pelindung, isolasi, rol cetakan, ban, pipa dan sebagai bahan pengikat batu gerinda. Neopren merupakan jenis karet sintesis yang banyak digunakan dan dapat menggantikan karet alam. Untuk hal hal tertentu butil, suatu koplimer isobutilen memiliki sifat dan karakteristik yang mirip karet alam. Karena kekuatannya, daya tahan aus dan permeabilitas gas yang rendah, butil terutama digunakan untuk membuat ban dalam. Penggunaan lainnya meliputi pipa uap, ban berjalan untuk bahan yang dipanaskan dan pelapis tangki. Karet silikon atau disebut dengan polisiloksan. Tahan sekali terhadap suhu rendah maupun suhu tinggi, minyak pelumas, asam cair dan cahaya matahari. Selain itu digunakan pula untuk cincin, perapat untuk saluran minyak dan gas, perapat pintu pesawat terbang, isolasi kawat dan kabel yang harus memenuhi persyaratan yang tinggi. Karet sintesis komersial lainnya seperti polibutadiena dapat pula digunakan untuk ban kendaraan, poliakrilat untuk pipa mintyak dan gasket kendaraan bermotor. Elastomer uretan dipakai untuk bantal peredam getaran, bantal landasan pada mesin pres, r
Sabtu, 04 Februari 2012
termoplastik
Bahan Plastik Termoplastik
Saturday, June 25, 2011 Fazri
BAHAN TERMOPLASTIK
Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang
Ciri-ciri Termoplastik
Dapat didaur ulang, Reaksi pengerasan lambat, Dipasarkan dalam bentuk butiran dan dicampur dalam keadaan padat.
Bahan termoplastik adalah sebagai berikut:
a. Selulosa
Selulosa adalah bahan termoplastok produk pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Bahan ini sangat kuat atau ulet dan dapat diberi bermacam-macam jenis warna. Asetat-butirat selulosa merupakan jenis bahan yang kuat dan dapat dibentuk menjadi lembaran atau dicetak secara injeksi, tekan atau ekstrusi, berbagai kemasan, mainan anak anak, knop, selubung baterai, bulu kuas, panel radio, tape dan strip dibuat dari bahan ini. Asetat-butirat selulosa, mirip dengan asetat selulosa. Keduanya dihasilkan dalam berbagai warna dengn proses yang sama. Umumnya asetat butirat selulosa mempunyai daya serap kelembaban yang rendah, keuletan, stabilitas dimensi yang baik dalam berbagai keadaan lingkungan dan dapat diekstrusi secara kontinu. Produk butirat mencakup kemudi, helm olahraga, rangka kacamata, baki, sabuk, hiasan, perabotan rumah tangga, lembaran isolasi, tape suara, kancing, dan pipa ekstrusi untuk gas dan air. Di antara devirat selulosa, etil selulosa mempunyai berat jenis terendah. Selain sebagai bahan pelapis, selulosa dimanfaatkan untuk berbagai benda cetak karena stabilitas dan daya tahan terhadap alkali yang baik.
b. Polisteren
Polisteren adalah bahan termoplastik yang khusus diciptakan untuk injeksi dan ekstrusi. Ciri-ciri khasnya ialah berat jenis yang rendah (1,07), daya tahan terhadapair dan zat kimia, stabilitas dimensi dan kemampuan isolasi. Polisteren merupakan bahan pengganti karet yang baik untuk isolasi listrik. Resin stiren dapat dicetak menjadi kotak baterai, piring, bagian dari radio, roda gigi, pola untuk pengecoran, kotak es, kemasan, gelas dan ubin tembok. Bahan ini dapat dicetak injeksi, diekstrusi atau dibentuk dalam cetakan.
c. Polietilen
Produk politelien memiliki fleksibilitas pada suhu ruang dan suhu rendah, kedap air, tahan zat kimia, dapat disambung dengan dipanaskan atau dipatri dan dapat berwarna warni. Polietilen yang mempunyai berat jenis antara 0,91 sampai dengan 0,96 terapung diatas air. Harganya murah karena kedap air baik sekali untuk bahan pengemasan dan botol tekan. Produk dari polietilen mencakup, cetakan es, baki, pencuci film, kain, lembaran pembungkus, botol susu bayi, selang air, kabel koaksial dan bahan isolasi untuk frekuensi tinggi. Produk polietilen dibuat dengan cara cetak injeksi, cetak tiup atau ekstrusi lembaran, film dan filamen tunggal.
d. Polipropilen
Polipropilen dapat dibentuk dengan berbagai teknik termoplastik. Bahan ini memiliki sifat sifat listrik yang baik, nilai impak dan kekuatan yang tinggi, dan sangat tahan terhadap suhu dan bahan bahan kimia. Filamen tunggal polipropilen dianyam menjadi tali tambang, jala, dan tekstil. Contoh produk lain ialah alat peralatan untuk rumah sakit dan laboratorium, mainan anak anak, koper, perabot, lembaran untuk pengemasan makanan, kotak televisi dan isolasi listrik.
e. Polisulfona
Polisulfona merupakan kelompok termoplastik yang mempunyai sifat fisis dan daya tahan panas yang baik. Produk dapat dibuat dengan cara cetak injeksi. Pembentukan termal dan cetak tiup. Benda cetak antara lain, rangka perkakas tangan, alat kontak listrik dan berbagai alat peralatan lainnya yang harus taham suhu tinggi. Polisulfona dapat diekstrusi menjadi barang berdiameter 250mm. Bahan dapat diperoleh dalam berbagai warna atau tembus cahaya.
f. Plastik ABS
Plastik ABS merupakan campuran akrilonitril, butadien dan stirena, bahan ini sangat keras, fleksibel, dan ulet. Plastik ABS umumnya digunakan bila diperlukan daya tahan banting, kekerasan, mampu pewarnaa, sifat listrik, daya tahan kelembaban dan daya tahan panas sampai 105 derajat C. Plastik ini dibentuk secara pembentukan termal, cetak tiup, cetak rotasi dan ekstrusi. Bahan ini digunakan sebagai pipa saluran pada perumahan, kamera, rangka alat alat listrik tangan dan tilpon.
g. Poli-imida
Termoplastik jenis poli-imida dipasarkan dalam bentuk padat. Atau primer SP, film atau kapton atau larutan. Plastik ini sangat tahan terhadap panas hingga 400 derajat C, mempunyai koefisien gesekan yang rendah, daya tahan terhadap radiasi yang tinggi dan sifat listrik yang baik. Produk meliput, bantalan luncur, dudukan klep, pipa, dan berbagai komponen listrik. Film yang kuat, digunakan sebagai isolasi kawat, isolasi motor dan pelapis sirkuit cetak. Larutan dipakai untuk pencampur pernis, enamel kawat dan kain gelas berlapis.
h. Nilon
Nilon atau poliamida digunakan sebagai serat tekstil, atau filamen, selain itu dicetak atau diekstrusi. Produk lainnya adalah, bantalan, roda gigi, klep, pipa, alat-alat dapur dan koper atau tas. Filamen tunggal nilon dipakai untuk membuat kaus kaki, payung udara, tali pesawat terbang layang dan bulu sikat.
i. Resin vinil
Resin vinil yang beredar di pasaran mencakup jenis polivinil butirat dan poliviniliden klorida. Ketiganya merupakan bahan termoplastik yang dibentuk menjadi berbagai jenis produk melalui proses cetak tekan atau cetak injeksi, ekstrusi atau cetak tiup. Resin vinil sangat baik untuk pelapis permukaan dan untuk lembaran yang tegar maupun yang fleksibel. Polivinil butirat adalah resin yang jernih dan terlihat, biasanya digunakan sebagai baha pelapis antara pada gelas keamanan, jas hujan, tangki dan produk cetak yang fleksibel. Bahan ini tahan kelembaban, mudah melekat dan stabil terhadap cahaya dan panas. Polivinil klorida mempunyai daya tahan yang baik terhadap berbagai pelerut dan tidak mudah terbakar. Resin vinil digunakan sebagai pengganti karet , jas hujan, kemasan dan botol cetak tiup. Poliviniden klorida digunakan untuk film saran (a.1 untuk pengemasan makanan) dan pipa. Busa vinil digunakan sebagai pelampung, jok dan pelapis pelindung.
j. Karet Sintesis
Usaha pembuatan karet sintesis telah berlangsung cukup lama, khususnya dinegara industri yang tidak memiliki sumber karet alamiah. karet sintesis yang telah dikenal adalah GR-S, nitril, Thiokol (neopren, butil, dan karet silikon) GR-S merupakan karet sintesis yang paling banyak diproduksi, karena sangat cocok untuk ban kendaraan dan merupakan suatu kopolimer dari butadiena dan stirena yang dapat diolah sehingga mencapai kekerasan yang diinginkan. Kekuatan GR-S dapat ditingkatkan dengan menambahkan karbon black dan untuk ban khususnya, dicampur dengan karet alam. Kopolimer butadien-akrilonitril biasanya disebut dengan buna N atau karet nitril, terutama digunakan karena tahan terhadap minyak dan dipakai untuk pipa minyak, gasket dan diafragma. Dapat juga dicampur dengan phenol dan plastik vinil. Thiokol; Polisulfida organik, tahan sekali terhadap bensin, mnyak dan cat, sinar matahari, oleh karena itu digunakan untuk membuang selang, hak dan sol sepatu, melapisi tekstil dan lapisan isolasi. Benda benda dapat dicetak dalam mesin plastik. Polimer kloropren atau neopren dibuat dari batu bara, batu kapur, air dan garam. Kalsium karbida. Yang dibuat dari batubara, batu kapur, bila dicampurkan dengan air akan membentuk kloropren, yang berubah menjadi neopren setelah polimerisasi. Neopren tahan terhadap minyak, panas dan sinar matahari dan digunakan untuk membuat ban berjalan, sol sepatu, pakaian pelindung, isolasi, rol cetakan, ban, pipa dan sebagai bahan pengikat batu gerinda. Neopren merupakan jenis karet sintesis yang banyak digunakan dan dapat menggantikan karet alam. Untuk hal hal tertentu butil, suatu koplimer isobutilen memiliki sifat dan karakteristik yang mirip karet alam. Karena kekuatannya, daya tahan aus dan permeabilitas gas yang rendah, butil terutama digunakan untuk membuat ban dalam. Penggunaan lainnya meliputi pipa uap, ban berjalan untuk bahan yang dipanaskan dan pelapis tangki. Karet silikon atau disebut dengan polisiloksan. Tahan sekali terhadap suhu rendah maupun suhu tinggi, minyak pelumas, asam cair dan cahaya matahari. Selain itu digunakan pula untuk cincin, perapat untuk saluran minyak dan gas, perapat pintu pesawat terbang, isolasi kawat dan kabel yang harus memenuhi persyaratan yang tinggi. Karet sintesis komersial lainnya seperti polibutadiena dapat pula digunakan untuk ban kendaraan, poliakrilat untuk pipa mintyak dan gasket kendaraan bermotor. Elastomer uretan dipakai untuk bantal peredam getaran, bantal landasan pada mesin pres, r
Saturday, June 25, 2011 Fazri
BAHAN TERMOPLASTIK
Termoplastik adalah jenis plastik yang menjadi lunak jika dipanaskan dan akan mengeras jika didinginkan dan proses ini bisa dilakukan berulang kali. Nama termoplastik diperoleh dari sifat plastik ini yang bisa dibentuk ulang dengan proses pemanasan. Secara sederhana termoplastik adalah jenis plastik yang bisa di daur ulang
Ciri-ciri Termoplastik
Dapat didaur ulang, Reaksi pengerasan lambat, Dipasarkan dalam bentuk butiran dan dicampur dalam keadaan padat.
Bahan termoplastik adalah sebagai berikut:
a. Selulosa
Selulosa adalah bahan termoplastok produk pengolahan khusus dari serat kapas dan kayu. Bahan ini sangat kuat atau ulet dan dapat diberi bermacam-macam jenis warna. Asetat-butirat selulosa merupakan jenis bahan yang kuat dan dapat dibentuk menjadi lembaran atau dicetak secara injeksi, tekan atau ekstrusi, berbagai kemasan, mainan anak anak, knop, selubung baterai, bulu kuas, panel radio, tape dan strip dibuat dari bahan ini. Asetat-butirat selulosa, mirip dengan asetat selulosa. Keduanya dihasilkan dalam berbagai warna dengn proses yang sama. Umumnya asetat butirat selulosa mempunyai daya serap kelembaban yang rendah, keuletan, stabilitas dimensi yang baik dalam berbagai keadaan lingkungan dan dapat diekstrusi secara kontinu. Produk butirat mencakup kemudi, helm olahraga, rangka kacamata, baki, sabuk, hiasan, perabotan rumah tangga, lembaran isolasi, tape suara, kancing, dan pipa ekstrusi untuk gas dan air. Di antara devirat selulosa, etil selulosa mempunyai berat jenis terendah. Selain sebagai bahan pelapis, selulosa dimanfaatkan untuk berbagai benda cetak karena stabilitas dan daya tahan terhadap alkali yang baik.
b. Polisteren
Polisteren adalah bahan termoplastik yang khusus diciptakan untuk injeksi dan ekstrusi. Ciri-ciri khasnya ialah berat jenis yang rendah (1,07), daya tahan terhadapair dan zat kimia, stabilitas dimensi dan kemampuan isolasi. Polisteren merupakan bahan pengganti karet yang baik untuk isolasi listrik. Resin stiren dapat dicetak menjadi kotak baterai, piring, bagian dari radio, roda gigi, pola untuk pengecoran, kotak es, kemasan, gelas dan ubin tembok. Bahan ini dapat dicetak injeksi, diekstrusi atau dibentuk dalam cetakan.
c. Polietilen
Produk politelien memiliki fleksibilitas pada suhu ruang dan suhu rendah, kedap air, tahan zat kimia, dapat disambung dengan dipanaskan atau dipatri dan dapat berwarna warni. Polietilen yang mempunyai berat jenis antara 0,91 sampai dengan 0,96 terapung diatas air. Harganya murah karena kedap air baik sekali untuk bahan pengemasan dan botol tekan. Produk dari polietilen mencakup, cetakan es, baki, pencuci film, kain, lembaran pembungkus, botol susu bayi, selang air, kabel koaksial dan bahan isolasi untuk frekuensi tinggi. Produk polietilen dibuat dengan cara cetak injeksi, cetak tiup atau ekstrusi lembaran, film dan filamen tunggal.
d. Polipropilen
Polipropilen dapat dibentuk dengan berbagai teknik termoplastik. Bahan ini memiliki sifat sifat listrik yang baik, nilai impak dan kekuatan yang tinggi, dan sangat tahan terhadap suhu dan bahan bahan kimia. Filamen tunggal polipropilen dianyam menjadi tali tambang, jala, dan tekstil. Contoh produk lain ialah alat peralatan untuk rumah sakit dan laboratorium, mainan anak anak, koper, perabot, lembaran untuk pengemasan makanan, kotak televisi dan isolasi listrik.
e. Polisulfona
Polisulfona merupakan kelompok termoplastik yang mempunyai sifat fisis dan daya tahan panas yang baik. Produk dapat dibuat dengan cara cetak injeksi. Pembentukan termal dan cetak tiup. Benda cetak antara lain, rangka perkakas tangan, alat kontak listrik dan berbagai alat peralatan lainnya yang harus taham suhu tinggi. Polisulfona dapat diekstrusi menjadi barang berdiameter 250mm. Bahan dapat diperoleh dalam berbagai warna atau tembus cahaya.
f. Plastik ABS
Plastik ABS merupakan campuran akrilonitril, butadien dan stirena, bahan ini sangat keras, fleksibel, dan ulet. Plastik ABS umumnya digunakan bila diperlukan daya tahan banting, kekerasan, mampu pewarnaa, sifat listrik, daya tahan kelembaban dan daya tahan panas sampai 105 derajat C. Plastik ini dibentuk secara pembentukan termal, cetak tiup, cetak rotasi dan ekstrusi. Bahan ini digunakan sebagai pipa saluran pada perumahan, kamera, rangka alat alat listrik tangan dan tilpon.
g. Poli-imida
Termoplastik jenis poli-imida dipasarkan dalam bentuk padat. Atau primer SP, film atau kapton atau larutan. Plastik ini sangat tahan terhadap panas hingga 400 derajat C, mempunyai koefisien gesekan yang rendah, daya tahan terhadap radiasi yang tinggi dan sifat listrik yang baik. Produk meliput, bantalan luncur, dudukan klep, pipa, dan berbagai komponen listrik. Film yang kuat, digunakan sebagai isolasi kawat, isolasi motor dan pelapis sirkuit cetak. Larutan dipakai untuk pencampur pernis, enamel kawat dan kain gelas berlapis.
h. Nilon
Nilon atau poliamida digunakan sebagai serat tekstil, atau filamen, selain itu dicetak atau diekstrusi. Produk lainnya adalah, bantalan, roda gigi, klep, pipa, alat-alat dapur dan koper atau tas. Filamen tunggal nilon dipakai untuk membuat kaus kaki, payung udara, tali pesawat terbang layang dan bulu sikat.
i. Resin vinil
Resin vinil yang beredar di pasaran mencakup jenis polivinil butirat dan poliviniliden klorida. Ketiganya merupakan bahan termoplastik yang dibentuk menjadi berbagai jenis produk melalui proses cetak tekan atau cetak injeksi, ekstrusi atau cetak tiup. Resin vinil sangat baik untuk pelapis permukaan dan untuk lembaran yang tegar maupun yang fleksibel. Polivinil butirat adalah resin yang jernih dan terlihat, biasanya digunakan sebagai baha pelapis antara pada gelas keamanan, jas hujan, tangki dan produk cetak yang fleksibel. Bahan ini tahan kelembaban, mudah melekat dan stabil terhadap cahaya dan panas. Polivinil klorida mempunyai daya tahan yang baik terhadap berbagai pelerut dan tidak mudah terbakar. Resin vinil digunakan sebagai pengganti karet , jas hujan, kemasan dan botol cetak tiup. Poliviniden klorida digunakan untuk film saran (a.1 untuk pengemasan makanan) dan pipa. Busa vinil digunakan sebagai pelampung, jok dan pelapis pelindung.
j. Karet Sintesis
Usaha pembuatan karet sintesis telah berlangsung cukup lama, khususnya dinegara industri yang tidak memiliki sumber karet alamiah. karet sintesis yang telah dikenal adalah GR-S, nitril, Thiokol (neopren, butil, dan karet silikon) GR-S merupakan karet sintesis yang paling banyak diproduksi, karena sangat cocok untuk ban kendaraan dan merupakan suatu kopolimer dari butadiena dan stirena yang dapat diolah sehingga mencapai kekerasan yang diinginkan. Kekuatan GR-S dapat ditingkatkan dengan menambahkan karbon black dan untuk ban khususnya, dicampur dengan karet alam. Kopolimer butadien-akrilonitril biasanya disebut dengan buna N atau karet nitril, terutama digunakan karena tahan terhadap minyak dan dipakai untuk pipa minyak, gasket dan diafragma. Dapat juga dicampur dengan phenol dan plastik vinil. Thiokol; Polisulfida organik, tahan sekali terhadap bensin, mnyak dan cat, sinar matahari, oleh karena itu digunakan untuk membuang selang, hak dan sol sepatu, melapisi tekstil dan lapisan isolasi. Benda benda dapat dicetak dalam mesin plastik. Polimer kloropren atau neopren dibuat dari batu bara, batu kapur, air dan garam. Kalsium karbida. Yang dibuat dari batubara, batu kapur, bila dicampurkan dengan air akan membentuk kloropren, yang berubah menjadi neopren setelah polimerisasi. Neopren tahan terhadap minyak, panas dan sinar matahari dan digunakan untuk membuat ban berjalan, sol sepatu, pakaian pelindung, isolasi, rol cetakan, ban, pipa dan sebagai bahan pengikat batu gerinda. Neopren merupakan jenis karet sintesis yang banyak digunakan dan dapat menggantikan karet alam. Untuk hal hal tertentu butil, suatu koplimer isobutilen memiliki sifat dan karakteristik yang mirip karet alam. Karena kekuatannya, daya tahan aus dan permeabilitas gas yang rendah, butil terutama digunakan untuk membuat ban dalam. Penggunaan lainnya meliputi pipa uap, ban berjalan untuk bahan yang dipanaskan dan pelapis tangki. Karet silikon atau disebut dengan polisiloksan. Tahan sekali terhadap suhu rendah maupun suhu tinggi, minyak pelumas, asam cair dan cahaya matahari. Selain itu digunakan pula untuk cincin, perapat untuk saluran minyak dan gas, perapat pintu pesawat terbang, isolasi kawat dan kabel yang harus memenuhi persyaratan yang tinggi. Karet sintesis komersial lainnya seperti polibutadiena dapat pula digunakan untuk ban kendaraan, poliakrilat untuk pipa mintyak dan gasket kendaraan bermotor. Elastomer uretan dipakai untuk bantal peredam getaran, bantal landasan pada mesin pres, r
kabel
Kabel listrik adalah media untuk menyalurkan energi listrik. Sebuah kabel listrik terdiri dari isolator dan konduktor.
Isolator di sini adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat dari bahan thermoplastik atau thermosetting, sedangkan konduktornya terbuat dari bahan tembaga ataupun aluminium.
Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya, sebab parameter hantaran listrik ditentukan dalam satuan Ampere. Kemampuan hantar arus ditentukan oleh luas penampang konduktor yang berada dalam kabel listrik, adapun ketentuan mengenai KHA kabel listrik diatur dalam spesifikasi SPLN.
Sedangkan tegangan listrik dinyatakan dalam Volt, besar daya yang diterima dinyatakan dalam satuan Watt, yang merupakan perkalian dari Ampere x Volt = Watt. Pada tegangan 220 Volt dan KHA 10 Ampere, sebuah kabel listrik dapat menyalurkan daya sebesar 220V x 10A = 2200 Watt.
Kabel listrik berdasarkan tegangannya terdiri beberapa kategori, antara lain : 1. Kabel listrik Tegangan Rendah 2. Kabel listrik Tegangan Menengah 3. Kabel listrik Tegangan Tinggi
Isolator di sini adalah bahan pembungkus kabel yang biasanya terbuat dari bahan thermoplastik atau thermosetting, sedangkan konduktornya terbuat dari bahan tembaga ataupun aluminium.
Kemampuan hantar sebuah kabel listrik ditentukan oleh KHA (kemampuan hantar arus) yang dimilikinya, sebab parameter hantaran listrik ditentukan dalam satuan Ampere. Kemampuan hantar arus ditentukan oleh luas penampang konduktor yang berada dalam kabel listrik, adapun ketentuan mengenai KHA kabel listrik diatur dalam spesifikasi SPLN.
Sedangkan tegangan listrik dinyatakan dalam Volt, besar daya yang diterima dinyatakan dalam satuan Watt, yang merupakan perkalian dari Ampere x Volt = Watt. Pada tegangan 220 Volt dan KHA 10 Ampere, sebuah kabel listrik dapat menyalurkan daya sebesar 220V x 10A = 2200 Watt.
Kabel listrik berdasarkan tegangannya terdiri beberapa kategori, antara lain : 1. Kabel listrik Tegangan Rendah 2. Kabel listrik Tegangan Menengah 3. Kabel listrik Tegangan Tinggi
Senin, 16 Januari 2012
Tower
Jenis-Jenis Menara / Tower Listrik dan Komponennya
23:25 Buddi.Techno
Pada suatu “Sistem Tenaga Listrik”, energi listrik yang dibangkitkan dari pusat pembangkit listrik ditransmisikan ke pusat-pusat pengatur beban melalui suatu saluran transmisi, saluran transmisi tersebut dapat berupa saluran udara atau saluran bawah tanah, namun pada umumnya berupa saluran udara.
Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara pada umumnya menggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan udara sebagai media isolasi antara kawat penghantar tersebut dengan benda sekelilingnya, dan untuk menyanggah / merentang kawat penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang pada suatu konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara / tower. Antara menara / tower listrik dan kawat penghantar disekat oleh isolator.
Konstruksi tower besi baja merupakan jenis konstruksi saluran transmisi tegangan tinggi (SUTT) ataupun saluran transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang paling banyak digunakan di jaringan PLN, karena mudah dirakit terutama untuk pemasangan di daerah pegunungan dan jauh dari jalan raya, harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan saluran bawah tanah serta pemeliharaannya yang mudah. Namun demikian perlu pengawasan yang intensif, karena besi-besinya rawan terhadap pencurian. Seperti yang telah terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, dimana pencurian besi-besi baja pada menara / tower listrik mengakibatkan menara / tower listrik tersebut roboh, dan penyaluran energi listrik ke konsumen pun menjadi terganggu.
Suatu menara atau tower listrik harus kuat terhadap beban yang bekerja padanya, antara lain yaitu:
- Gaya berat tower dan kawat penghantar (gaya tekan).
- Gaya tarik akibat rentangan kawat.
- Gaya angin akibat terpaan angin pada kawat maupun badan tower.
Jenis-Jenis Menara / Tower Listrik
• Menurut bentuk konstruksinya, jenis-jenis menara / tower listrik dibagi atas 4 macam, yaitu:
1. Lattice tower
2. Tubular steel pole
3. Concrete pole
4. Wooden pole
Gambar 1. Lattice tower
Gambar 2. Tubular steel pole
• Menurut fungsinya, menara / tower listrik dibagi atas 7 macam yaitu:
1. Dead end tower, yaitu tiang akhir yang berlokasi di dekat Gardu induk, tower ini hampir sepenuhnya menanggung gaya tarik.
2. Section tower, yaitu tiang penyekat antara sejumlah tower penyangga dengan sejumlah tower penyangga lainnya karena alasan kemudahan saat pembangunan (penarikan kawat), umumnya mempunyai sudut belokan yang kecil.
3. Suspension tower, yaitu tower penyangga, tower ini hampir sepenuhnya menanggung gaya berat, umumnya tidak mempunyai sudut belokan.
4. Tension tower, yaitu tower penegang, tower ini menanggung gaya tarik yang lebih besar daripada gaya berat, umumnya mempunyai sudut belokan.
5. Transposision tower, yaitu tower tension yang digunakan sebagai tempat melakukan perubahan posisi kawat fasa guna memperbaiki impendansi transmisi.
6. Gantry tower, yaitu tower berbentuk portal digunakan pada persilangan antara dua Saluran transmisi. Tiang ini dibangun di bawah Saluran transmisi existing.
7. Combined tower, yaitu tower yang digunakan oleh dua buah saluran transmisi yang berbeda tegangan operasinya.
Gambar 3. Tower 2 sirkit tipe suspensi (kiri) dan tension (kanan).
Gambar 4. Tower 4 sirkit tipe suspensi (kiri) dan tension (kanan).
• Menurut susunan / konfigurasi kawat fasa, menara / tower listrik dikelompokkan atas:
1. Jenis delta, digunakan pada konfigurasi horizontal / mendatar.
2. Jenis piramida, digunakan pada konfigurasi vertikal / tegak.
3. Jenis Zig-zag, yaitu kawat fasa tidak berada pada satu sisi lengan tower.
Dilihat dari tipe tower, dibagi atas beberapa tipe seperti ditunjukkan pada tabel 1 dan tabel 2.
Tabel 1. Tipe tower 150 kV
Tabel 2. Tipe Tower 500 kV
Secara umum suatu menara / tower listrik terdiri dari:
• Pondasi, yaitu suatu konstruksi beton bertulang untuk mengikat kaki tower (stub) dengan bumi.
• Stub, bagian paling bawah dari kaki tower, dipasang bersamaan dengan pemasangan pondasi dan diikat menyatu dengan pondasi.
• Leg, kaki tower yang terhubung antara stub dengan body tower. Pada tanah yang tidak rata perlu dilakukan penambahan atau pengurangan tinggi leg, sedangkan body harus tetap sama tinggi permukaannya.
• Common Body, badan tower bagian bawah yang terhubung antara leg dengan badan tower bagian atas (super structure). Kebutuhan tinggi tower dapat dilakukan dengan pengaturan tinggi common body dengan cara penambahan atau pengurangan.
• Super structure, badan tower bagian atas yang terhubung dengan common body dan cross arm kawat fasa maupun kawat petir. Pada tower jenis delta tidak dikenal istilah super structure namun digantikan dengan “K” frame dan bridge.
• Cross arm, bagian tower yang berfungsi untuk tempat menggantungkan atau mengaitkan isolator kawat fasa serta clamp kawat petir. Pada umumnya cross arm berbentuk segitiga kecuali tower jenis tension yang mempunyai sudut belokan besar berbentuk segi empat.
• “K” frame, bagian tower yang terhubung antara common body dengan bridge maupun cross arm. “K” frame terdiri atas sisi kiri dan kanan yang simetri. “K” frame tidak dikenal di tower jenis pyramid.
• Bridge, penghubung antara cross arm kiri dan cross arm tengah. Pada tengah-tengah bridge terdapat kawat penghantar fasa tengah. Bridge tidak dikenal di tower jenis pyramida.
• Rambu tanda bahaya, berfungsi untuk memberi peringatan bahwa instalasi SUTT/SUTET mempunyai resiko bahaya. Rambu ini bergambar petir dan tulisan “AWAS BERBAHAYA TEGANGAN TINGGI”. Rambu ini dipasang di kaki tower lebih kurang 5 meter diatas tanah sebanyak dua buah, dipasang disisi yang mengahadap tower nomor kecil dan sisi yang menghadap nomor besar.
• Rambu identifikasi tower dan penghantar / jalur, berfungsi untuk memberitahukan identitas tower seperti: Nomor tower, Urutan fasa, Penghantar / Jalur dan Nilai tahanan pentanahan kaki tower.
• Anti Climbing Device (ACD), berfungsi untuk menghalangi orang yang tidak berkepentingan untuk naik ke tower. ACD dibuat runcing, berjarak 10 cm dengan yang lainnya dan dipasang di setiap kaki tower dibawah Rambu tanda bahaya.
• Step bolt, baut panjang yang dipasang dari atas ACD ke sepanjang badan tower hingga super structure dan arm kawat petir. Berfungsi untuk pijakan petugas sewaktu naik maupun turun dari tower.
• Halaman tower, daerah tapak tower yang luasnya diukur dari proyeksi keatas tanah galian pondasi. Biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub tergantung pada jenis tower .
Demikian sedikit uraian mengenai menara / tower pada saluran transmisi udara, semoga bermanfaat.
Source: http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/01/menara-listrik-tower-listrik.html
23:25 Buddi.Techno
Pada suatu “Sistem Tenaga Listrik”, energi listrik yang dibangkitkan dari pusat pembangkit listrik ditransmisikan ke pusat-pusat pengatur beban melalui suatu saluran transmisi, saluran transmisi tersebut dapat berupa saluran udara atau saluran bawah tanah, namun pada umumnya berupa saluran udara.
Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara pada umumnya menggunakan kawat telanjang sehingga mengandalkan udara sebagai media isolasi antara kawat penghantar tersebut dengan benda sekelilingnya, dan untuk menyanggah / merentang kawat penghantar dengan ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan lingkungan sekitarnya, kawat-kawat penghantar tersebut dipasang pada suatu konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara / tower. Antara menara / tower listrik dan kawat penghantar disekat oleh isolator.
Konstruksi tower besi baja merupakan jenis konstruksi saluran transmisi tegangan tinggi (SUTT) ataupun saluran transmisi tegangan ekstra tinggi (SUTET) yang paling banyak digunakan di jaringan PLN, karena mudah dirakit terutama untuk pemasangan di daerah pegunungan dan jauh dari jalan raya, harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan penggunaan saluran bawah tanah serta pemeliharaannya yang mudah. Namun demikian perlu pengawasan yang intensif, karena besi-besinya rawan terhadap pencurian. Seperti yang telah terjadi dibeberapa daerah di Indonesia, dimana pencurian besi-besi baja pada menara / tower listrik mengakibatkan menara / tower listrik tersebut roboh, dan penyaluran energi listrik ke konsumen pun menjadi terganggu.
Suatu menara atau tower listrik harus kuat terhadap beban yang bekerja padanya, antara lain yaitu:
- Gaya berat tower dan kawat penghantar (gaya tekan).
- Gaya tarik akibat rentangan kawat.
- Gaya angin akibat terpaan angin pada kawat maupun badan tower.
Jenis-Jenis Menara / Tower Listrik
• Menurut bentuk konstruksinya, jenis-jenis menara / tower listrik dibagi atas 4 macam, yaitu:
1. Lattice tower
2. Tubular steel pole
3. Concrete pole
4. Wooden pole
Gambar 1. Lattice tower
Gambar 2. Tubular steel pole
• Menurut fungsinya, menara / tower listrik dibagi atas 7 macam yaitu:
1. Dead end tower, yaitu tiang akhir yang berlokasi di dekat Gardu induk, tower ini hampir sepenuhnya menanggung gaya tarik.
2. Section tower, yaitu tiang penyekat antara sejumlah tower penyangga dengan sejumlah tower penyangga lainnya karena alasan kemudahan saat pembangunan (penarikan kawat), umumnya mempunyai sudut belokan yang kecil.
3. Suspension tower, yaitu tower penyangga, tower ini hampir sepenuhnya menanggung gaya berat, umumnya tidak mempunyai sudut belokan.
4. Tension tower, yaitu tower penegang, tower ini menanggung gaya tarik yang lebih besar daripada gaya berat, umumnya mempunyai sudut belokan.
5. Transposision tower, yaitu tower tension yang digunakan sebagai tempat melakukan perubahan posisi kawat fasa guna memperbaiki impendansi transmisi.
6. Gantry tower, yaitu tower berbentuk portal digunakan pada persilangan antara dua Saluran transmisi. Tiang ini dibangun di bawah Saluran transmisi existing.
7. Combined tower, yaitu tower yang digunakan oleh dua buah saluran transmisi yang berbeda tegangan operasinya.
Gambar 3. Tower 2 sirkit tipe suspensi (kiri) dan tension (kanan).
Gambar 4. Tower 4 sirkit tipe suspensi (kiri) dan tension (kanan).
• Menurut susunan / konfigurasi kawat fasa, menara / tower listrik dikelompokkan atas:
1. Jenis delta, digunakan pada konfigurasi horizontal / mendatar.
2. Jenis piramida, digunakan pada konfigurasi vertikal / tegak.
3. Jenis Zig-zag, yaitu kawat fasa tidak berada pada satu sisi lengan tower.
Dilihat dari tipe tower, dibagi atas beberapa tipe seperti ditunjukkan pada tabel 1 dan tabel 2.
Tabel 1. Tipe tower 150 kV
Tabel 2. Tipe Tower 500 kV
Secara umum suatu menara / tower listrik terdiri dari:
• Pondasi, yaitu suatu konstruksi beton bertulang untuk mengikat kaki tower (stub) dengan bumi.
• Stub, bagian paling bawah dari kaki tower, dipasang bersamaan dengan pemasangan pondasi dan diikat menyatu dengan pondasi.
• Leg, kaki tower yang terhubung antara stub dengan body tower. Pada tanah yang tidak rata perlu dilakukan penambahan atau pengurangan tinggi leg, sedangkan body harus tetap sama tinggi permukaannya.
• Common Body, badan tower bagian bawah yang terhubung antara leg dengan badan tower bagian atas (super structure). Kebutuhan tinggi tower dapat dilakukan dengan pengaturan tinggi common body dengan cara penambahan atau pengurangan.
• Super structure, badan tower bagian atas yang terhubung dengan common body dan cross arm kawat fasa maupun kawat petir. Pada tower jenis delta tidak dikenal istilah super structure namun digantikan dengan “K” frame dan bridge.
• Cross arm, bagian tower yang berfungsi untuk tempat menggantungkan atau mengaitkan isolator kawat fasa serta clamp kawat petir. Pada umumnya cross arm berbentuk segitiga kecuali tower jenis tension yang mempunyai sudut belokan besar berbentuk segi empat.
• “K” frame, bagian tower yang terhubung antara common body dengan bridge maupun cross arm. “K” frame terdiri atas sisi kiri dan kanan yang simetri. “K” frame tidak dikenal di tower jenis pyramid.
• Bridge, penghubung antara cross arm kiri dan cross arm tengah. Pada tengah-tengah bridge terdapat kawat penghantar fasa tengah. Bridge tidak dikenal di tower jenis pyramida.
• Rambu tanda bahaya, berfungsi untuk memberi peringatan bahwa instalasi SUTT/SUTET mempunyai resiko bahaya. Rambu ini bergambar petir dan tulisan “AWAS BERBAHAYA TEGANGAN TINGGI”. Rambu ini dipasang di kaki tower lebih kurang 5 meter diatas tanah sebanyak dua buah, dipasang disisi yang mengahadap tower nomor kecil dan sisi yang menghadap nomor besar.
• Rambu identifikasi tower dan penghantar / jalur, berfungsi untuk memberitahukan identitas tower seperti: Nomor tower, Urutan fasa, Penghantar / Jalur dan Nilai tahanan pentanahan kaki tower.
• Anti Climbing Device (ACD), berfungsi untuk menghalangi orang yang tidak berkepentingan untuk naik ke tower. ACD dibuat runcing, berjarak 10 cm dengan yang lainnya dan dipasang di setiap kaki tower dibawah Rambu tanda bahaya.
• Step bolt, baut panjang yang dipasang dari atas ACD ke sepanjang badan tower hingga super structure dan arm kawat petir. Berfungsi untuk pijakan petugas sewaktu naik maupun turun dari tower.
• Halaman tower, daerah tapak tower yang luasnya diukur dari proyeksi keatas tanah galian pondasi. Biasanya antara 3 hingga 8 meter di luar stub tergantung pada jenis tower .
Demikian sedikit uraian mengenai menara / tower pada saluran transmisi udara, semoga bermanfaat.
Source: http://dunia-listrik.blogspot.com/2009/01/menara-listrik-tower-listrik.html
Pembangkit Listrik di kuba
Baru baru ini, Negara Kuba membuka sebuah pembangkit listrik dengan tebu sebagai bahan pembangkit utama atau bahan bakar nabati (biofuel). Pembangkit listrik bertenagakan sari tebu itu dibangun di Provinsi Ciego de Avila yang jaraknya 400 kilometer dari Havana.
Selain menggunakan gula tebu, pembangkit ini juga akan menggunakan arang dari kayu ‘Marabu’ yang dikenal memiliki kualitas baik. Menurut prediksi, sekitar 30% kebutuhan listrik Negara akan tertangani dengan adanya pembangkit listrik berbahan dasar tebu tersebut.
Sebelumnya, Pada tahun 2005 Kuba telah meluncurkan program untuk memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya. Tapi encana itu tidak berjalan sesuai rencana dan mengalami kemunduran karena krisis ekonomi. Dengan menggunakan pembangkit listri Biofuel ini, diharapkan kuba akan bisa memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya.
Selain menggunakan gula tebu, pembangkit ini juga akan menggunakan arang dari kayu ‘Marabu’ yang dikenal memiliki kualitas baik. Menurut prediksi, sekitar 30% kebutuhan listrik Negara akan tertangani dengan adanya pembangkit listrik berbahan dasar tebu tersebut.
Sebelumnya, Pada tahun 2005 Kuba telah meluncurkan program untuk memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya. Tapi encana itu tidak berjalan sesuai rencana dan mengalami kemunduran karena krisis ekonomi. Dengan menggunakan pembangkit listri Biofuel ini, diharapkan kuba akan bisa memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya.
Pembangkit Listrik di kuba
Baru baru ini, Negara Kuba membuka sebuah pembangkit listrik dengan tebu sebagai bahan pembangkit utama atau bahan bakar nabati (biofuel). Pembangkit listrik bertenagakan sari tebu itu dibangun di Provinsi Ciego de Avila yang jaraknya 400 kilometer dari Havana.
Selain menggunakan gula tebu, pembangkit ini juga akan menggunakan arang dari kayu ‘Marabu’ yang dikenal memiliki kualitas baik. Menurut prediksi, sekitar 30% kebutuhan listrik Negara akan tertangani dengan adanya pembangkit listrik berbahan dasar tebu tersebut.
Sebelumnya, Pada tahun 2005 Kuba telah meluncurkan program untuk memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya. Tapi encana itu tidak berjalan sesuai rencana dan mengalami kemunduran karena krisis ekonomi. Dengan menggunakan pembangkit listri Biofuel ini, diharapkan kuba akan bisa memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya.
Selain menggunakan gula tebu, pembangkit ini juga akan menggunakan arang dari kayu ‘Marabu’ yang dikenal memiliki kualitas baik. Menurut prediksi, sekitar 30% kebutuhan listrik Negara akan tertangani dengan adanya pembangkit listrik berbahan dasar tebu tersebut.
Sebelumnya, Pada tahun 2005 Kuba telah meluncurkan program untuk memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya. Tapi encana itu tidak berjalan sesuai rencana dan mengalami kemunduran karena krisis ekonomi. Dengan menggunakan pembangkit listri Biofuel ini, diharapkan kuba akan bisa memperluas dan memodernisasi jaringan listriknya.
Langganan:
Postingan (Atom)